Forum Yang Unik dan Asyik!
Daftar Gratis!
Nama USER ID BISA Gonta-ganti Sesuka HATI!
Daftar! Gratis! Enjoy!
Saling bertukar pengalaman, menambah wawasan Kepada Semua Member Nemo share yang ada.


Ayo buruan daftar! Sebelum Forum ini jadi Berbayar!
Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Sengoku basara season 1&2 [COMPLETE] (Paket Hemat 55-60 MB)
Mon Jul 08, 2013 9:38 am by epen18

» Microsoft Office 2010 – Install Tanpa Cd Key atau Serial
Wed Sep 19, 2012 6:47 pm by vifi

» Perkenalkan
Mon Feb 27, 2012 8:41 pm by SATPAM

»  Diskusi Naruto Chapter 573 dan Prediksi Chapter 574
Sat Feb 11, 2012 4:52 pm by Night Fury

» Welcome To NEMOSHARE salam hangat buat member http://www.indofanster.org
Sat Feb 04, 2012 11:03 pm by Lulz

» Diskusi Naruto 572 n prediksi Naruto 573
Fri Feb 03, 2012 9:25 am by Night Fury

» Diskusi Nokia Asha 303
Tue Jan 31, 2012 3:10 pm by SATPAM

» Cara Buat Virus Sederhana Buat Isengin Temen.
Mon Jan 30, 2012 4:58 pm by SATPAM

» Hosting Gratisan Indonesia
Mon Jan 30, 2012 7:22 am by SATPAM

» Pengajian MTA di Kudus Dibubarkan Paksa
Mon Jan 30, 2012 6:22 am by SATPAM


Mak Uneh, Rasa Bandung Tempo Doeloe

View previous topic View next topic Go down

Mak Uneh, Rasa Bandung Tempo Doeloe

Post by NEWBIE on Wed Jun 15, 2011 5:58 pm

Mak Uneh, Rasa Bandung Tempo Doeloe
Pesona Bandung menyedot warga di kota sekitarnya untuk datang ke sana. Daya tariknya tak lain adalah belanja, entah belanja pakaian untuk memanjakan penampilan atau belanja makanan demi memanjakan lidah.
Seperti Jakarta, warisan kuliner di Kota Kembang itu juga berderet. Ada yang masih bertahan, ada yang makin berkembang, tapi ada pula yang sudah tutup warung. Bicara soal kuliner, tentu makanan yang langsung teringat dan seringkali ngangeni karena tidak membosankan - malah membangkitkan selera - tak lain adalah menu khas Sunda.

Apalagi kalau bukan berbagai macam pepes, gurame dan ikan mas goreng, jambal, leunca, berbagai rupa sambal, sayur asem, dan masih sederet jenis makanan lainnya. Salah satu warung yang sudah puluhan tahun menjual makanan khas Sunda adalah Warung Mak Uneh.

Almarhumah Mak Uneh memulai usahanya di sebuah gang sempit di seputaran Jalan Pajajaran. Kini sudah generasi ketiga dan keempat yang mengelola usaha tersebut. Generasi ketiga mengelola warung asli di Gang Terasana. Gang ini persis berada di samping rumah sakit bersalin. Patokannya, setelah Stadion Pajajaran ambillah lajur paling kiri. Persis sebelum rumah sakit bersalin ada gang, dan di dalam gang itulah warung Mak Uneh berada.

Mobil pengunjung warung biasanya diparkir di sepanjang gang ini, juga di pinggir Jalan Pajajaran. Dari sana calon pembeli harus berjalan kaki masuk ke gang yang lebih kecil lagi. Warung ada di sisi kiri gang yang makin menyempit. Begitu masuk warung ini kesannya memang seperti warung biasa. Namun jumlah kursi yang disediakan tak seperti warung. Meja kursi tersedia hingga ke dalam.

"Ini memang warung dari dulu, hanya diperbaiki dan diperluas," kata salah satu karyawan warung. Menurut salah satu karyawati di sini, menu yang banyak diburu pelanggan adalah aneka jeroan, seperti babat, paru, usus, dan limpa.

Namun variasi pepes pun tetap dikejar. Menu khas warung ini adalah haremis, yaitu kerang air tawar yang ukurannya sangat kecil. Kerang ini dimasak bumbu kuning. Rasanya gurih dan tidak amis.

Anda harus menukar selembar uang Rp 10.000 untuk semangkuk kecil haremis. Pepes nasi ikan asin pantas dicoba. Dengan Rp 10.000 kita bisa menelusuri cita rasa pepes nasi berisi sepotong kecil jambal roti, petai, dan telur ayam kampung rebus ini. Telur ayam kampung dibelah jadi dua. Tak ada rasa amis.

Nasinya saja sudah terasa gurih akibat dicampur semua lauk tadi. Buat yang suka ayam, di sini juga dijual ayam kampung goreng. Tentu saja cita rasa ayam kampungnya tak perlu diragukan lagi.

Gurame goreng di sini cukup untuk makan bertiga. Gurame itu sudah dipotong di bagian kepala dan ekor hingga tersisi bagian tengah atau daging saja. Selain gurih dan renyah, sepotong gurame yang dipatok Rp 50.000 itu berdaging sangat tebal. Secuil daging gurame dicocol sambal mangga atau sambal dadak baru masukkan ke dalam mulut, biarkan saraf-saraf di dalam mulut yang menilai.

Jika tak tahan melihat udang goreng berukuran cukup besar, coba saja! Tak ada ruginya. Meski seporsi berisi tiga udang goreng dibanderol Rp 60.000, tapi soal rasa jangan ditanya. Plus sambal mangga sebagai temannya, rasanya sepadan. Ulukuteuk leunca, sate bandeng juga siap dinikmati.

Ulukuteuk leunca adalah leunca yang dimasak dengan cabai dan oncom. Leunca bulat kecil yang terasa pahit bergabung dengan oncom yang berasa pedas menyajikan rasa khas Sunda yang sebenar-benarnya. Warung Mak Uneh di Jalan Pajajaran ini buka Sabtu sampai Kamis, dan tutup pada hari Jumat. Sejak pukul 07.00 warung ini sudah menyediakan sarapan warga Bandung, dan akan berakhir pukul 16.00.

Sementara itu restoran Mak Uneh di Jalan Setiabudi (seberang NHI) buka setiap hari mulai pukul 11.00- sampai sekitar pukul 19.00. Resto ini dikelola generasi keempat Mak Uneh.

Sumber: [You must be registered and logged in to see this link.]
avatar
NEWBIE
Administrator
Administrator

Posting : 755
Points : 2413
Join date : 2011-06-12
Age : 24
Lokasi : Lampung (Depan Monitor)

View user profile http://nemoshare.blogspot.com/

Back to top Go down

Re: Mak Uneh, Rasa Bandung Tempo Doeloe

Post by Lynx on Thu Jun 16, 2011 11:32 am

yg ini baru mayknyosssss
avatar
Lynx
Moderator
Moderator

Posting : 639
Points : 1137
Join date : 2011-06-15
Age : 25
Lokasi : Taeyeon XD

View user profile http://ryuuzaki13.wordpress.com/

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum